Senin, 17 April 2017

PELECEHAN MASAL BESAR2AN. PENGHINAAN LUAR BIASA TERHADAP PENDUDUK JAKARTA !!!

PELECEHAN MASAL BESAR2AN.
PENGHINAAN LUAR BIASA TERHADAP PENDUDUK JAKARTA !!!

*“Bagi Sembako” adalah Ucapan “Tiko” untuk Warga Jakarta*
Oleh: Asyari Usman (Mantan Wartawan Senior BBC)

Selain merendahkan derajat demokrasi, bagi-bagi sembako yang dilakukan oleh tim pemenangan Ahok merupakan bentuk penghinaan terhadap warga pemilih. Bagi sembako itu adalah ucapan “tiko” terhadap warga Jakarta. Sama saja dengan Steven H Sulistyo yang menghina Gubernur NTB, Muhammad Zainul Majdi.

*Warga Jakarta dianggap sangat rendah, tak bermartabat. Warga bisa dikumpulkan dan datang mengendap-ngendap mengambil sembako. Sangat memalukan. Sekaligus juga menghina masjid yang dijadikan tempat bagi-bagi sembako. Tidak seharusnya pengurus masjid mengizinkan kegiatan yang menistakan warga Jakarta itu.*

Tidak itu saja, tim suruhan cagub PDIP itu juga berhasil membawa kepolisian ikut mengamankan acara yang tidak terhormat tsb. Bagi-bagi sembako untuk beli suara seharusnya tidak terjadi di Ibukota negara. Tidakkah perbuatan ini dipandang tercela oleh para pimpinan parpol yang mendukung Ahok?

Apakah Bu Mega tidak tahu hal ini? Apakah Pak Surya Paloh rela melihat rakyat Indonesia dibayar dengan sembako untuk memenangkan cagub Anda? Seingat saya, Partai NasDem masih memakai semboyan “Restorasi Indonesia” dengan tujuan mulia, termasuk mengembalikan martabat dan harga diri bangsa.

NasDem bersemboyan “mencerdaskan bangsa”. Bukankah bagi-bagi sembako murah oleh tim cagub Anda adalah bentuk pembodohan bangsa? Mengapa Anda diam saja melihat pelecehan terhadap rakyat Jakarta, Pak Surya Paloh?

Melihat foto-foto warga yang memakai baju kotak-kota sambil meninting sembako pulang ke rumah mereka, sungguh sangat menyedihkan selain juga sangat menjijikkan. Di tahun 2017, di Ibukota yang dibanggakan sebagai barometer demokrasi, di situlah kita saksikan perbuatan tercela yang merusak moral bangsa.

Bagi-bagi sembako sama dengan pelecehan terhadap rakyat dan pemerkosaan terhadap demokrasi. Badan-badan penyelenggara pemilu harus mengambil tindakan tegas agar penghinaan terhadap demokrasi tidak terulang lagi.(*)

http://teropongsenayan.com/61467-bagi-sembako-adalah-ucapan-tiko-untuk-warga-jakarta
================
Dapatkan update berita seputar dinamika politik di Indonesia dengan Invite PIN BBM Teropongsenayan 5A6E376C atau Download Aplikasi Berita TeropongSenayan di:
http://bit.ly/1TExPz9

Minggu, 16 April 2017

Diposting oleh
Dedy Miing Gumilar di WAG jam 13.13 WIB

KAMI TAKUT DIA MENANG

Kami bukan orang Jakarta, tapi terus terang kami sangat takut jika dia menang. Semua gambaran keburukannya muncul. Dan saya yakin, perilakunya akan jauh lebih buruk jika berhasil jadi pemenang.

Kami takut dia menang..
Mulutnya kotor, namun apa yg ada dalam hati dan fikirannya jauh lebih kotor. Teko hanya mengeluarkan isinya, maka apa yg tidak dikeluarkan jauh lbh lbh pekat. Sumber kotorannya menggumpal didasar sanubarinya. Ingat, kotor perkataan kotor juga perbuatannya. Dan lbh kotor lagi cara berfikirnya.

Kami takut dia menang...
Prilakunya kasar, sangat kasar. Ia bisa mendapatkan kepuasan dg mencaki maki ibu ibu tua. Hatinya gembira jika bisa menyakiti rakyat lemah dan pribumi miskin. Namun apa yg tersimpan dibenaknya jauh lebih brutal. Ingat, kekasaran perilaku lahir dari kekasaran jiwanya.

Kami takut dia menang.
Manusia tak beradab ini memiliki pengikut yg tak bermoral. Kemenangannya akan membangkitkan kesewenangan dari penggemarnya. Jika kepada gubernur NTB yg terhormat saja berani kurang ajar. Kepada kita tentu lebih parah lagi.

Kami takut dia menang..
Manusia arogan ini memiliki pembela yg jauh lbh congkak lagi. Dia gemar menebarkan rasa takut bagi rakyat, dan para pengikutnya merasa bebas melakukan intimidasi.

Kami takut dia menang..
Mereka adalah kelompok yg pandai memfitnah. Khususnya kpd umat Islam. Kemenangannya akan memberi jalan yg lbh lebar utk membombardir kami dgn fitnah fitnah yg lbh keji.

Kami takut dia menang..
Mereka adalah kelompok yg siap memghalalkan segala cara demi ambisinya. Maka Kemenangannya merupakan jalan baginya utk berbuat sewenang wenang tanpa ampun dan perasaan.

Kami takut dia menang..
Di negeri ini kami tak punya pelindung. Orang ini telah membeli semua oknum perangkat negara utk menjadi kaki tangannya guna menghadapi kami. Status kami sebagai rakyat yg menuntut keadilan telah dirubah menjadi penjahat yg berniat makar.

Kami takut dia menang...
Sebab apa yg bisa diharapkan dari pemimpin yg suka melecehkan keyakinan org lain. Pemimpin tdk punya rasa hormat pada tokoh agama mayoritas, pemimpin yg senang menggusur Masyarakat pinggiran. Pemimpin gemar mencaci rakyat kecil. Pemimpin yg hanya ingin mengabdi pada konglomerat yg tamak.

Kami takut dia menang
Sebab apa yg bisa kita harapkan dari pemimpin yg suka berbohong, pemimpin yg pandai memanipulasi, pemimpin yg rajin menipu rakyat. Pemimpin yg tekun melukai penduduk asli. Pemimpin yg tak pernah berhenti menyinggung perasaan umat Islam.

Kami takut dia menang..
Sebab apa yg bisa kita harapkan dari pribadi yg hanya pinter menciptakan perpecahan. Pribadi yg jenius mengkotak kotakan penduduknya. Pribadi yg lihai mengadu domba rakyatnya. Pribadi yg brilian merekayasa permusuhan.

Kami takut dia menang
Sebab dampak keburukan pribadinya akan kami rasakan. Utk kehidupan beragama kami, untuk masa depan sikap keber-agama-an kami dan anak anak kami. Utk harga diri kami sebagai seorang Muslim. Utk harga diri kami sebagai pribumi asli.

Tapi kami bisa apa?
Kami bukan warga Jakarta, kebanyakan kami pun masih anak2. Dan suara ketakutan kami tdk mungkin didengar oleh rejim yg sudah tuli dari kebenaran. Penguasa yg sdh mati dari rasa keadilan.

Kami takut dia menang..
Tapi kami bisa apa? Kami tak mampu mencegah kecurangan massif yg akan mereka lakukan. Kami tak bisa menghalangi intimidasi yg biasa mereka lakukan saat pemilihan nanti. Krn kami perempuan dan bukan warga Jakarta.

Maka kami hanya bisa menangis dan berdo'a. Yaa Alloh jauhkan kaum muslimin Jakarta dari kebodohan, bukalah hati dan fikirannya. Ya robbanaa jauhkan kaum muslimin Jakarta dari kemunafikan, bukalah hatinya utk menerima hidayahMu dlm memilih pemimpin. Yaa rahman.. Jangan biarkan orang orang jahat ini menang dan memimpin kami.

Warga Jakarta...
Tolong lah... Untuk pertama kalinya kami memohon kpd kalian... Kami titipkan nasib Jakarta kpd kalian. Nasib Indonesia kedepan akan dipengaruhi oleh keadaan Jakarta.

Bersama seluruh penghafal Alqur'an di mafaza dan alhikmah serta mungkin teman2 hafidz kami di berbagai pesantren Qur'an.... kami sering menangis utk Jakarta. Semoga setelah pilkada tgl 19 nanti, kami tersenyum bahagia. Atau kembali menangis, Namun tangis lega, Sebab Kalian dengan gagah berani mengalahkan si Fir'aun sipit yg kasar itu.

Sabtu, 15 April 2017

HATI HATI Serangan Fajar

Ini tulisan...
Bp. Hadi Supeno calon Bupati Banjarnegara yg gagal karena adanya kecurangan Masif pada Pilkada 2017.

HATI HATI

Kebangkitan masyarakat Tionghoa di Indonesia itu Nyata, bukan sebuah PHOIA.

Saya telah merasakannya. Pilkada Banjarnegara dimenangkan oleh WNI keturunan China. Dia bukan siapa2 kecuali seorang WNI Ketutunan yang kaya raya dgn background seorang pemborong Infrastruktur sukses.

2011 kami berhasil menang. 2017 kami gagal. Sebanya Yang kami lawan bukan hanya dia seorang yg didukung Golkar, Demokrat dan P3 Rommy!  Solidaritas Tionghoa luar biasa. 90 persen Etnis Thionghoa mendukungnya dengan segala yg dimiliki. Thionghoa Jakarta turun mengeroyok kami:
Anton Medan, Hary Tanu, dan banyak Taipan kerahkan kekuatan untuk sebuah Kabupaten di pedalaman Jawa.

H-10 survey2 dari berbagai lembaga, saya masih  unggul. Tapi setelahnya hujan uang tak terbendung. Sekuat-kuat kami, rakyat yg miskin dan lemah pemahaman kepemimpinan, goyah oleh uang Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu per orang. Bahkan Ketua RT mencapai Rp 500 ribu.
Dari 600 ribu pemilih, lawan saya siapkan 450 ribu amplop untuk disebar, belum termasuk untuk kader. Ini bukan kira2, tapi atas pengakuan ybs kepada saya bbrpa hari pasca Pilkada. Anehnya tak satu pun yang bisa dipersoalkan. Semua laporan ke Panwas tidak diproses. OTT pun semua mental di meja Aparat Hukum. Semua diberi, semua terbeli....
Ketua FPI Bna yg mencoba melakukan perlawanan justeru dipolisikan. Semua diberi, semua dibeli.

Anies-Sandi di Jakarta harus menang. Tapi lakon Banjarnegara jangan terulang:
1). Puas dengan hasil Survey
2). Membiarkan politik uang
3). Rendahnya Solidaritas Pribumi/umat Islam.

Maka Ahoax akan menang jika kita hanya berhenti nggrundel dan maki2 main adal Share Postingan hoax di Medsos.

Ingat, untuk menang di Jakarta cukup membeli 4 juta pemilih X Rp 1 juta per pemilih. Jika untuk Kabupaten "kecil" Banjarnegara berani beli Rp 50 milyar, untuk Ibukota berapapun akan dilakukan.

Maka lakukan sekarang juga: tilpun, sms, WA, Line, dsb saudara, teman lama, kenalan dsb. yang ada di Jajarta. Pastikan mereka melakukan gerakan, jaga lingkungan, lakukan perlawanan untuk menangkan Anies-Sandi..

Tanpa gerakan Masif dan solidaritas kuat, jangan kaget Ahoax bisa menang.

Saya bukan seorang Rasis. Saya bersahabat baik dengan orang2 Tionghoa. Tapi ini soal kebangkitan Etnis, ini soal mada depan sebuah bangsa yang berwatak Ekspansionis manusia dan kultur. Prakiraan Bupatinisasi China, lalu Gubernur, dan akhirnya Preduden bukan spekulasi, bukan sebuah Phobia. Dengan serius mereka katakan pada saya: kami akan kembalikan Tahta kekuasaan jika orang Pribumi sudah siap

Lakukan yg Konkret sekarang kawan! :
Telpon, sms, WA, kepada kawan atau saudara, atau datang fisik ke Jakarta, bantu dan pastikan Anies-Sandi menang.

Walaupun kalah, Saya telah berjihad melakukannya. Kapan lagi anda juga? Inilah saatnya.
Jakarta akan membuktikannya.

Tanpa itu, kita akan menyesal selamanya!
Wassalam
:-) *Titip Jakarta sahabatku semua*😭😭😭😭😭😭😭